Mencegah Kehilangan atau Menghindari Biaya Tambahan Bagasi
January 16, 2010 by: Traveling GDalam perjalanan saya keliling dunia belakangan ini, teman baru yang saya temui selalu terkejut melihat barang bawaan saya yang hanya berupa tas travel berukuran standar yang bahkan jarang sekali saya beli dengan harga di atas $20.
Saya biasa memilih tas travel berukuran paling besar yang dijual oleh sebuah toko dan memastikan bahwa rodanya berputar dengan baik sebelum membelinya. Akan sangat membantu bila roda-rodanya terletak saling berjauhan dan akan jauh lebih baik lagi bila roda-rodanya terletak di samping kanan-kiri bawah tas.
Entah saya sedang bepergian selama seminggu atau setahun penuh, saya selalu membawa tas travel yang sama. Hal ini akan mencegah terjadinya kehilangan barang selama penerbangan dan tentunya saya tidak perlu membayar biaya tambahan bagasi. Selain itu, hal tersebut juga mempermudah saya sesampainya di tempat tujuan karena saya tidak perlu susah-susah mengurusi barang bawaan.
Dengan sedikit barang yang saya bawa, saya bisa bebas menumpang alat transportasi umum yang tentunya akan sangat menghemat pengeluaran dibanding harus menyewa taksi. Dewasa ini, kebanyakan bandara di daerah-daerah tujuan wisata utama telah mempunyai jaringan bus, kereta api, atau kereta bawah tanah yang menuju ke kota dengan ongkos hanya beberapa dolar, bandingkan dengan ongkos taksi yang bisa mencapai $50 untuk tujuan yang sama sekali jalan. Seandainya selain tas travel ini saya masih membawa dua tas lain yang sama-sama berat, tentu saya tidak bisa melakukan penghematan dan mengambil keuntungannya.
Selain itu, saat Anda menumpang taksi di kota atau negara yang sama sekali masih baru Anda kunjungi, Anda perlu waspada apakah sopirnya jujur mengenai ongkos perjalanan (cek argonya menyala atau tidak) atau bahkan lokasi yang dituju. Lalu, Anda juga harus tahu kurs mata uang setempat dan punya uang pas untuk membayar ongkosnya. Saya sudah berkali-kali mendengar kalimat “Saya tak punya uang kembalian” yang keluar dari mulut sopir taksi yang saya tumpangi.
Tentu, ada banyak sekali kesempatan untuk menumpang taksi. Berhati-hatilah saat akan menumpang taksi dari bandara atau stasiun utama karena sopirnya mungkin akan sedikit nakal dengan menaikkan ongkos seenaknya. Seringkali bus atau kereta api dari bandara berhenti di dekat hotel yang akan saya inapi, atau jika tidak, saya baru akan menumpang taksi setelah sampai di kota karena ongkosnya akan jauh lebih murah.
Saat saya sedang bepergian jauh dan ingin membeli suvenir untuk keluarga di rumah, saya cukup pergi ke kantor pos terdekat dan mengeposkannya ke rumah. Saya biasa menggunakan pos laut untuk mengirimnya karena biayanya lebih murah, tetapi di beberapa negara, kadang-kadang biaya pos udara juga sama terjangkaunya.
Dalam perjalanan jarak dekat, saya biasa membawa serta tas olahraga atau tas cangklong kosong sebagai wadah suvenir. Walaupun kebanyakan maskapai punya peraturan “satu barang bawaan”, mereka juga mengizinkan Anda untuk membawa serta satu “barang pribadi”, yang tentunya dalam hal ini adalah tas cangklong saya.
Nah, selamat bepergian dengan aman, nyaman, dan ringan!

